blog.langitsatubintang.com

Monolog langit dan bintang

Kemana saja kau selama ini? Iya aku terlalu sibuk dengan duniaku.. sampai-sampai aku melupakanmu. sepertinya sudah tidak ada bintang lagi di langit ini? satupun tak tersisa. Lantas apa yang membuat langit ini tetap bertahan? bukankah tak menarik jika tak ada bintang? hmm langit ya langit dia tetaplah langit bahkan tanpa bintang sekalipun? lalu kemana perginya bintang? jangan tanya padaku karna dia yang menentukan jalannya sendiri. Kenapa bintang pergi? Dan jangan tanya padaku karna dia yang menentukan jalannya sendiri. Apa kau tak berusaha mencegahnya? jangan tanya padaku karna apapun yang kulakukan tetap dia yang menentukan jalannya sendiri. ah sudahlah hatimu terlalu kacau untuk menjawab semua ini.

Konflik dua sisi

Mungkin saja kita memandang sesuatu itu benar dari sudut pandang x sampai suatu ketika hal itu menjadi tidak begitu benar jika di pandang dari sudut pandang y. Kemudian kita mulai berpikir hmm benar juga ya kalau melihatnya seperti ini. Dan kita menemukan bahwa kebenaran itu relative. Relative benar hingga saat ditemukannya teori lain yang mengubahnya menjadi cukup benar, lumayan benar, kurang benar sampai tidak benar sama sekali. Mungkin menarik ketika hal ini terjadi. Apa yang kita yakini dulu ternyata tidak demikian sekarang. Terjadi pergeseran pandangan ketika kita mulai menemukan hal baru, kemudian menimbang dan melakukan perbandingan. Bisa saja dua hal yang diperbandingkan itu saling bertolak belakang dan kebenaran yang dulu bisa jadi salah pada saat ini. Jadi masih yakinkah anda dengan kebenaran yang anda pegang saat ini? tak ada yang tau sampai waktu yang akan membuktikannya nanti.

Baiklah akan kita akhiri semua ini.

Terlampau banyak waktu yang terbuang tanpa ada pencapaian apapun. Semuanya hanya konsep dan teori yang tak pernah teraplikasi. Saat kamu melihat kedepan dan semuanya tiba-tiba sudah bubar jalan. Hei apa itu.. yang tadinya masih di belakang satu demi satu maju melampauimu. Beberapa kali kau terbangun tapi seolah masih enggan bangkit dari tempat tidurmu. Lalu sebenarnya apa yang mencegahmu? Saat itu kamu sadar kalau sebenarnya musuhmu hanyalah dirimu sendiri. Berbagai hal yang sebenarnya tidak perlu dan beberapa hal yang patut di pertimbangkan lagi.

Perhitunganmu meleset karena implementasinya tak sesempurna rencananya. Banyak hal yang akhirnya menjadi Bullshit dan membuatmu mulai menyalahkan diri sendiri. Kadang kamu tertawa terlalu lepas sehingga saat bersedih juga terasa sangat pedih. Sampai kamu mulai bertanya sampai kapan ingin tetap seperti ini.

Belum terlambat, belum terlambat untuk mengakhiri atau belum terlambat untuk membangunnya kembali. Belum cukup, usahamu belum cukup sebenarnya kamu juga tau dan kamu tak mungkin mengingkari, bahwa sebenarnya kamu bisa lebih hebat dari ini. Sekarang coba buktikan kalau itu memang tidak mungkin? buktikan kamu tidak bisa? buktikan kalau kamu tidak bisa menyelesaikan semua ini. Fokuslah dan berkomitmenlah, bertanggungjawablah, berusahalah, dan setialah pada prinsip hidupmu. Adilah pada dirimu sendiri, marahlah ketika kamu mulai berkhianat pada diri sendiri. Sehebat apapun orang hebat yang tak pernah menggunakan kehebatannya, dia sama tidak bergunanya dengan orang tidak hebat yang tidak melakukan apa-apa. Dan berjanjilah untukku mulai sekarang, secepatnya kita akhiri semua ini. Kita lakukan yang terbaik dari yang terbaik yang bisa kita lakukan.

“oi..semangat oi…!!! ^o^ … sudah cukup lega . .. : ) “

Untuk bintang (jika memang dia itu ada)

Bintang.
Hanya bisa menatap dan tak mungkin meraihmu.
Meski begitu..menatapmu memberi semangat dan inspirasi bagiku.
bintang, aku tersenyum dan tak tau apakah kau jg tersenyum untukku
biarkan saja begitu dan tak pernah ada keinginan untuk memilikimu
Dan bintang.. tentu saja aku masih banyak pekerjaan selain memandangimu ^^
apakah ini penting ????

*postingan yang cukup kacau

Powered by WordPress SEO Manager