blog.langitsatubintang.com

sepenggal asa pada satu titik hampa

Pada fase tertentu kadang kita dihadapkan pada situasi dimana kita harus berjuang sendiri. Tidak seperti biasanya saat orang orang baik ada di sekitar kita, memberi support, semangat, serta motivasi apapun bentuknya. Pada waktunya mereka pasti akan meninggalkan kita karena hidup takkan berhenti di satu titik. Pada saatnya masing-masing akan menjalani hidupnya sendiri karena sebenarnya kita berjalan bersama hanya untuk sesaat ketika waktu mengijinkan kita bertemu di satu jalan saat  kebetulan arah yang kita tuju sama. Entah lama atau singkat suatu saat perpisahan pasti terjadi.

Kemudian tiba saat kita harus memulai berjalan sendiri, saat yang mungkin terasa berat seperti kehilangan sebagian kekuatan tapi kita tak mungkin berhenti karena meski berat harus kita jalani, terkadang kita memang harus di paksa. Seperti sebuah roda dibutuhkan energi yang besar saat pertama kali menjalankannya tapi perlahan energi yang kita butuhkan semakin sedikit ketika roda itu mulai berjalan, asalkan kita tidak berhenti.. karna jika kita berhenti kita akan kembali membutuhkan banyak energi untuk membuatnya berjalan.

Kita tak akan bertahan lama di zona nyaman. Karena kita pasti akan dihadapkan dengan kegelisahan. Seperti saat kita berjuang mencapai suatu titik pada saat tertentu sebagian orang mengalami perasaan hampa setelah mencapai satu titik yang di inginkannya. Lalu apa.. kemudian apa.. setelah ini apa..kegelisahan kegelisahan itu yang akan menggerakkan manusia meningkatkan kapasitas dirinya.

Pada saat itulah ketika mereka harus berjuang sendiri mereka akan melatih diri untuk bertahan dalam ketidaknyamanan. menempa diri menjadi lebih baik, kemudian kembali menjadi diri sendiri mengatasi kegelisahan demi kegelisahan bertemu dengan orang-orang baru untuk kemudian menemukan orang-orang baik lainnya dalam perjalanannya. :)

tulisan ini didedikasikan khusus kepada mereka teman, sahabat, rekan kerja dan orang-orang baik yang saya temui sepanjang perjalanan hidup ini :)

igauan dalam sedetik

Sedetik kemudian aku bergegas maju berjalan terburu buru bahkan tak lagi mengunakan logika itu sampai aku sadar.. ku jatuhkan dimana semangat ku??? jadi apakah selama ini aku berjalan atas dasar ketakutan dan keputusasaan.

Hidup ini begitu singkat

Hidup ini begitu singkat

: Ya begitulah

* hyah ngono thok?

: iyo

Pulang

Setelah menghabiskan siang hari :

Sayup-sayup terdengar suara rumah, bau masakan ibu, celoteh keponakan tengil..
iya benar..  inilah saatnya pulang :)

Tak terasa delapan jam sudah kuhabiskan waktu sendiri di dalam ruang ini. :) alhamdulillah

*ngacir

Powered by WordPress SEO Manager